I Have Decided to Follow Jesus (Viola Cover) | A Hymn’s Hidden Story

  "Mengikut Yesus Keputusanku" Setelah mendengarkan kisah di balik himne “Mengikut Yesus Keputusanku”, tentang seorang martir yang memegang erat imannya, mari kita sekarang mendengarkan himne ini sambil merenungkan makna lirik himne ini dalam hidup kita. Jika anda belum mendengarkan kisah sejati di balik himne ini, pastikan anda menyaksikan video “A Hymn’s Hidden Story” kami yang terakhir.

I Have Decided | A Hymn’s Hidden Story

  Kisah yang tersembunyi di balik himne "Mengikut Yesus Keputusanku" adalah sebuah kisah tentang seorang martir. Di pedalaman suku Indian, ada satu keluarga yang memiliki dua orang anak yang lahir baru setelah mendengarkan Firman Tuhan melalui seorang misionaris. Mendengar hal ini membuat kepala suku tersebut sangat geram dan ingin mencegah keluarga ini menjadi pengikut Kristus, sang kepala suku membunuh anak-anak dan sang istri di depan pria yang adalah kepala keluarga tersebut. Namun, sang pria tetap memegang pada imannya dan akhirnya juga dibunuh. Himne yang indah ini berisi kata-kata terakhir sang pria itu. “Mengikut Yesus keputusanku, ku tak ingkar, ku tak ingkar.

It Is Well (Violin Cover) | A Hymn’s Hidden Story

Nyamanlah Jiwaku | Horatio G. Spafford Apakah anda mengingat kisah yang lama sudah terlupakan di belakang himne ini? Kita sudah mempelajari kisahnya. Sekarang, mari kita mendengarkan himne yang indah ini dengan mengingat arti dan latar belakangnya. Di waktu-waktu sulit, apakah kita dapat mengatakan, “Nyamanlah Jiwaku?” seperti penulis lagu ini? Jika anda belum melihatnya, pastikan untuk menyaksikan video kami tentang kisah himne ini!

It Is Well | A Hymn’s Hidden Story

Perkenalkan seri baru kami. Mari kita kembali mengenal kisah lagu-lagu himne yang sudah lama terlupakan. “Nyamanlah Jiwaku” oleh Horatio G. Spafford, adalah himne yang ditulis di waktu-waktu yang sangat sulit. Setelah kematian putranya pada tahun 1871, dia kehilangan 4 putrinya hanya 2 tahun kemudian. Ketika Spafford memikirkan tentang kematian anak-anaknya, kata-kata penghiburan dan harapan dari Kitab Suci memenuhi hati dan pikirannya. Kata-kata ini adalah lirik dari himne, Nyamanlah Jiwaku yang kita semua kenal sekarang.